Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Contoh soal pertidaksamaan eksponen dan sifat-sifatnya

Gambar
 1.  3ˣ⁺¹ > 9³ jawaban  3ˣ⁺¹ > 9³ 3ˣ⁺¹ > 3²⁽³⁾ 3ˣ⁺¹ > 3 ⁶ coret bilangan pokok 3 x +1 > 6   x   > 6 -1   x   > 5 2.  3^5x-1 < 27^x+3 3^5x-1 < (3^3)^x+3 Karena a>1, maka 5x-1 < 3x+9 5x-3x < 9+1 2x < 10 x < 10/2 x < 5 3.  Tentukan penyelesaian dari pertidaksamaan 2 2x+3  > 8 x-5 ! Penyelesaian: Ingat!  Karena kita ingin menyelesaikan bentuk pertidaksamaan eksponen, maka hal yang perlu kamu  perhatikan  lebih dulu adalah  nilai basisnya , apakah bernilai lebih dari 1 atau antara 0 sampai 1. Jika kita uraikan soalnya terlebih dahulu, maka diperoleh nilai basisnya, yaitu 2. Sehingga, tanda pertidaksamaannya tetap. Penjelasan lebih lengkapnya bisa kamu lihat di bawah ini: jadi, himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan eksponen adalah x<18 4.  Tentukan himpunan penyelesaian 2x + 2 > 16 x 2. Jawab: 2x + 2 > 16 x 2 2x + 2 > 24 ( x 2.) X + 2 > 4 ( x – 2) X + 2...

pertidaksamaan eksponen dan sifatnya beserta contoh soal

 Pertidaksamaan Eksponen Dalam bentuk pertidaksamaan, sifat-sifat pertidaksamaan eksponen dapat diketahui sebagai berikut: Untuk a>1 Jika a^{f(x)}>a^{g(x)}, maka f(x)>g(x) Contoh: 2^{3x}>2^6 Maka: 3x > 6 Jika a^{f(x)}<a^{g(x)}, maka f(x)<g(x) Contoh: 2^{3x}<2^6 Maka:  3x<6 Jika a^{f(x)}\ge a^{g(x)}, maka f(x) \ge g(x) Contoh: 2^3 \ge 2^6 Maka: 3x \ge 6 Jika a^{f(x)}\le a^{g(x)}, maka f(x)\le g(x) Contoh: 2^{3x} \le 2^6 Maka: 3x \le 6 Untuk 0 < a < 1 Jika a^{f(x)} > a^{g(x)}, maka f(x)<g(x) Contoh: \frac{1}{2}^{3x} > \frac{1}{2}^6 Maka: 3x < 6 Jika a^{f(x)} < a^{g(x)}, maka f(x) > g(x) Contoh: \frac{1}{2}^{3x} < \frac{1}{2}^6 Maka: 3x > 6 Jika a^{f(x)} \ge a^{g(x)}, maka f(x)\le g(x) Contoh: \frac{1}{2}^{3x} \ge \frac{1}{2}^{6} Maka: 3x\le 6 Jika a^{f(x)} \le a^{g(x)}, maka f(x) \ge g(x) Contoh: \frac{1}{2}^{3x} \le \frac{1}{2}^6 Maka: 3x \ge 6 contoh soal: 1. 3ˣ⁺¹ > 9³ jawaban  3ˣ⁺¹ > 9³ 3ˣ⁺¹ > 3²⁽³⁾ 3ˣ⁺¹ ...

Soal dan penyelesaian bunga tunggal, bunga majemuk, bunga anuitas, pertumbuhan dan peluruh

 1. Bunga tunggal Modal sebesar Rp12.000.000,00 dibungakan dengan bunga tunggal 10% setahun. Setelah 3 tahun besarnya modal akhir adalah … a. Rp13.200.000,00        d. Rp36.000.000,00 b. Rp15.600.000,00        e. Rp39.600.000,00 c. Rp18.400.000,00 Jawab M = Rp12.000.000,00 b = 10% per tahun n = 3 tahun Besar modal akhir selama 3 tahun adalah Mn = M(1 + nb) Mn = Rp12.000.000,00 (1 + 3(10%)) Mn = Rp12.000.000,00 (1 + 3()) Mn = Rp12.000.000,00 (1 + 3(0,1)) Mn = Rp12.000.000,00 (1 + 0,3) Mn = Rp12.000.000,00 (1,3) Mn = Rp15.600.000,00   Jawaban B 2. Andi menyimpan uang di Bank sebesar Rp5.000.000,00 dengan bunga tunggal 12% setahun. Setelah 15 bulan uang Andi menjadi … a. Rp5.062.000,00        d. Rp6.250.000,00 b. Rp5.600.000,00        e. Rp7.000.000,00 c. Rp5.750.000,00 Jawab M = Rp5.000.000,00 b = 12% per tahun   n = 15 bulan =  tahun Uang Andi setelah 15 bulan adalah Mn = M(1 + n...

Pertumbuhan bunga tunggal, majemuk, anuitas dan contoh soal

Bunga Tunggal Bunga tunggal adalah bunga yang diberikan berdasarkan perhitungan modal awal, sehingga bunga hanya memiliki satu variasi saja (tetap) dari awal periode sampai akhir periode. Contohnya saat menabung di bank, kita akan mendapatkan bunga yang tetap tiap-tiap periode. Jika modal awal sebesar M_0 mendapat bunga tunggal sebesar b (dalam persentase) per bulan, maka setelah n bulan besar modalnya M_n menjadi: M_n = M_0(1+n \cdot b) Bunga Majemuk Bunga majemuk adalah bunga yang diberikan berdasarkan modal awal dan akumulasi bunga pada periode sebelumnya.Bunga majemuk memiliki banyak variasi dan selalu berubah (tidak tetap) pada tiap-tiap periode. Contohnya saat menjual sebuah kendaraan, harga kendaraan yang dijualakan berubah setiap periode dan perubahannya bervariasi. Jika modal awal sebesar M_0 mendapat bunga majemuk sebesar b (dalam persentase) perbulan, maka setelah n bulan besar modalnya M_n menjadi: M_n = M_0(1+b)^n Anuitas Anuitas adalah rangkaian pembayaran atau p...